Kelompok Bahan Makanan Sehat

10 Kelompok Bahan Makanan Sehat
YouTube Lecture by Dr. Sten Ekberg

Pemaparan 10 kategori (kelompok) bahan makanan sehat berikut ini dimaksudkan sebagai pedoman saja, tidak berarti kita hanya boleh memakan makanan dalam kelompok ini. Tubuh yang sehat membutuhkan beraneka ragam vitamin dan mineral sebagai “micro nutrient” dan lemak, karbohidrat dan protein sebagai “macro nutrient”. Keanekaragaman bahan makanan penting untuk mendapatkan berbagai macam nutrisi berbeda yang terdapat pada setiap bahan makanan. Pedoman ini dimaksudkan untuk meraih kesehatan yang optimal, maka sebaiknya mengkonsumsi kelompok makanan di bawah ini dengan kuantitas yang cukup. Daftar ini tidak disusun berdasarkan pada urutan terbaik atau terjelek. Selamat membaca dan mengambil manfaatnya dari ilmu pengetahuan ini:
1. Sayuran yang tidak banyak mengandung tepung dan gula (Non-starchy vegetables). Yang termasuk dalam kelompok ini adalah aneka sayuran warna hijau seperti bayam, lettuce, daun kailan, kangkung, daun singkong, daun sawi, brokoli, dan sayuran warna hijau lainnya. Kelompok makanan ini kaya akan vitamin, mineral dan serat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh dengan kandungan karbohidrat kurang dari 5%. Warna hijau sendiri berasal dari molekul klorofil yang merupakan tempat terjadinya fotosintesis dari tanaman. Fotosintesis adalah proses produksi makanan bagi tanaman dengan bantuan energi dari sinar matahari. Ini dari molekul klorofil mengandung atom Mg dan Fe yang penting bagi tubuh manusia.

2. Buah Berry (Straw Berry, Blue Berry, Rasp Berry, Black Berry). Buah Berry dianjurkan karena kandungan gulanya tidak sebanyak buah-buahan lain seperti Nanas, Mangga, Sawo, Semangka, Pisang, dan lain-lain. Bukan berarti kita tidak boleh memakan Nanas, Mangga, Sawo, Semangka, Pisang. Tetapi makanlah dalam porsi yang tidak terlalu banyak dan tidak terus menerus. Alasannya karena kandungan gula yang tinggi dalam buah-buahan tersebut bisa menyebabkan kita “over-weight”. Kelebihan makanan mengandung gula akan disimpan menjadi lemak tubuh oleh hormon insulin.

3. Protein Hewan (Animal Protein) seperti daging Sapi, Kambing, Ayam/Unggas, aneka macam ikan laut dan air tawar. Daging mengandung aneka asam amino penting yang tidak bisa disintesa oleh tubuh sehingga harus didapatkan dari sumber makanan. Sebaiknya daging yang dijadikan makanan berasal dari hewan yang dipelihara secara alami, memakan makanan alami hewan tersebut (rumput, daun), bukan yang digemukkan dengan hormon.

4. Telur Unggas (ayam, bebek, kalkun, menthok, angsa, dan lain-lain). Sebaiknya telur berasal dari hewan yang dipelihara secara alami, memakan makanan alaminya bukan yang digemukkan dengan hormon. Telur yang baik adalah warna kuning telurnya tidak kuning pucat, melainkan oranye.

5. Lemak dan Minyak (Fats = lemak sapi, lemak kambing, butter, and Oils = minyak ikan, minyak zaitun, minyak kelapa). Selama ini lemak dan minyak disalahkan sebagai penyebab tubuh manusia sakit. Namun tidak semua lemak dan minyak adalah jelek. Ada lemak dan minyak yang bagus bagi kesehatan tubuh. Lemak juga dituduh sebagai biang kerok kegemukan (obesitas), padahal mekanisme terbentuknya lemak di tubuh adalah kelebihan karbohidrat (gula darah) yang disimpan menjadi lemak tubuh oleh hormon insulin. Jadi yang benar adalah terlalu banyak memakan makanan yang mengandung karbohidrat dan gula menyebabkan kegemukan.

Minyak goreng yang berasal dari pohon sawit, jagung, kedelai, bunga matahari, dan lain-lain termasuk dalam kategori “unsaturated molecules” (ada ikatan rangkap yang mudah putus ketika terkena suhu tinggi). Pabrik akan memproses “unsaturated molecules” menjadi saturated dan hasilnya disebut “transfat”. Minyak kategori “transfat” yang kurang baik bagi kesehatan karena menyebabkan inflamasi dalam tubuh. Dalam jangka panjang, minyak inilah yang menadi penyebab darah tinggi dan stroke.

6. Kacang-kacangan (Nuts). Contoh kacang tanah, almond, walnut, mecademia, pecan, dan lain-lain. Kelompok kacang-kacangan tersebut kandungan lemak nabatinya tinggi dan karbohidratnya rendah. Selain itu kacang-kacangan mengandung protein dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Makanlah dalam porsi yang tidak berlebihan.

7. Biji-bijian (Chia, Pumpkin, Flax). Biji-bijian mengandung lemak, asam amino, dan mineral penting lain nya. Makanlah dalam porsi yang tidak berlebihan.

8. Alpukat (Avocado). Rasanya enak dan bisa dimakan tanpa diproses (tanpa perlu dimasak). Mengandung lemak nabati yang sangat bagus karena tidak merangsang insulin dalam tubuh ketika kita memakan alpukat. Sangat cocok bagi orang yang ingin menurunkan berat badan atau menghindari terjadinya “insulin spike” (lonjakan kadar insulin dalam darah). Tingginya kandungan insulin dalam darah menyebabkan aneka gangguan kesehatan sehingga sebisa mungkin harus dihindari.

9. Sayuran dari akar tanaman (wortel, kentang, ubi jalar). Karena kandungan karbohidratnya yang tinggi, maka disarankan untuk tidak berlebihan memakan bahan makanan dalam kategori ini.

10. Kategori rempah-rempah (bawang, jahe, kunyit, cinamon, lemon, dan lain-lain). Bahan makanan ini kaya akan vitamin dan mineral yang penting bagi tubuh dan tidak mengandung karbohidrat.

Demikian tip memilih bahan makanan sehat menurut Dr. Sten Ekberg (a holistic doctor and ex-olympic athlet).
Better Knowlegde, Better Life.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.